selamaat dataang :)

learn to the understand the real of life

Sabtu, 30 Juli 2011

Kejutan Dibalik Baju Bekas...!!!

Siapa yang tidak tergiur baju bermerk tapi harganya murah...?!! Dengan gampang bisa kita dapatkan, klo kita pergi ke pusat barang bekas... Udah barangnya bermerk, modelnya kagak pasaran pas dengan kocek menangah kebawah dan biasanya disukai oleh para mahasiswa yang suka menghemat tapi tetap pengen gaya (hahaha..).
 


Tapi,, dibalik murahnya baju bekas atau second itu terdapat sejuta kejutan yang mengerikan... Mari kita kupas bersama-sama.. :)

Jika menyebut "baju bekas" banyak yang beranggapan bahwa baju-baju bekas itu adalah sampah buangan dari negara-negara yang lebih sejahtera seperti cina, korea, jepang, singapure dan amerika. Maka secara medis barang-barang tersebut menjadi biang perantara berbagai macam penyakit...!!

Jangankan baju bekas, baju-baju yang baru pun menyimpan sejuta bakteri kalo belum dicuci terlebih dahulu. Penelitian di Departemen Microbiology and Immunology Universitas New York menemukan jejak partikel ragi, feses, bekas ludah, bakteri kulit, dan juga bakteri vagina melekat pada baju-baju baru.

"Paling banyak ditemukan di daerah ketiak dan pangkal paha,"
kata Dr.Phillip Tierno, yang memimpin penelitian itu.

Baju-baju bekas sudah pasti menjadi sarang kuman yang jumlahnya berlipat-lipat lebih banyak dibandingkan dengan baju baru. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr.Retno Indrastiti Sp.KK mengatakan, "kemungkinan besar jamur-jamur itu tumbuh subur di pakaian bekas ini, apalagi jika pemiliknya terdahulu memiliki penyakit kulit."

Memang konsumen bisa mencuci dan mensetrika baju-baju itu terlebih dahulu. Namun sayangnya, tidak semua orang mau mencuci dan menyetrika secara benar. Jika di baju bekas itu terdapat kutu atau serangga, maka dapat menyebabkan pemakainya terinfeksi aneka penyakit kulit, hingga sistem pernafasannya pun bisa terganggu.
Mengerikan sekali bukan....!!! 

Orang-orang luar negeri saja nggak mau pake baju bekas, makanya mereka buang ke negara-negara yang suka bekas(termasuk indonesia). Kita juga jangan mau, DEMI KESEHATAN :)

Dikutip melalui : Metro TVSuara Merdeka

Mie Instan = Usus Dipotong...!!!

Banyak sekali anak kecil yang suka sekali makan mie instan ( saya juga termasuk :D ). Dibalik rasaya yang gurih, Mie Instan sangatlah berbahaya karena mengandung MSG (Mono Sodium Glutamat), pengawet buatan, perasa buatan sehingga rasanya seperti rasa ayam, sapi, bakso dll.

Di tabloid nova dikisahkan seorang anak yang bernama Hilal, ususnya harus dipotong karena kebanyakan makan mie instan.

Jika tetap ingin maem mie instant, ada tips untuk memasaknya :
1. Masak dengan air yang banyak, sisihkan air untuk merebus mie dengan air untuk kuahnya yang dimasukkan dipiring (jika mie kuah).
2. Masak mie nya sampai matang, lalu buang air rebusan mie (karena ada lilinnya yang untuk mengawetkan mie nya). 
3. Lalu masukan bumbunya. Klo bisa kuahnya kasih yang banyak biar sedikit hambar. Karena dibumbunya juga terdapat banyak pengawetnya dan zat yang sebenarnya dilarang.

Menurut tes yang telah dilakukan oleh Departement Kesehatan Taiwan, Mie Instant Indomie memiliki 2 bahan pengawet yang tidak lolos dalam klasifikasi barang impor, yaitu bahan pengawet Hydroxy methyl benzoate pada minyak dan bahan pengawet benzoic acid pada bumbunya.


Pengawet Hydroxy methyl benzoate digunakan untuk bahan kosmetik. Adapun benzic acid memang pengawet makanan, namun bila dikonsumsi terus-terusan maka akan berakita pada kesehatan, contohnya saja merusak kinerja liver, sakit maag, muntah, dan keracunan asidosis metabolik.

Dari DetikFinance diberitakan bahwa Sofyan Wanandi menyatakan kasus Indomie itu sekedar salah kirim. Indomie yang seharusnya untuk pasar Indonesia, ternyata terkirim ke Taiwan. Akibatnya, pemerintah Taiwan melarangnya karena mengandung Nipagin yang dilarang dipakai sebagai pengawet makanan di sana   

Bahkan ada orang malaysia yang membuat semboyan seperti berikut : Stay away from instant noodles to keep healthy...

Sumber : Kompas.com, Tabloid Nova , Info Indonesiavivanews

Jumat, 29 Juli 2011

Makan Sate Berakibat Kanker ... !!

Kalo inget yang namanya SATE, pasti inget ama daging yang ditusuk-tusuk ama bambu trus diolesin bumbu kacang and bumbu lainnya, trus dibakar deh,, baunya.. heeemmmmm.. Maknyoooosss..!!!


Tapi, berakibat fatal bila kita terus-terusan makan sate yang dibakar..!!!
Mengapa ??? Karena ...

Saat makanan dibakar pasti menggunakan arang, nah arang itulah mengandung zat karbon, otomatis zat tersebut ikut juga pada makanan yang dibakar dengan arang tersebut..
Zat tersebut inilah yang bisa menyebabkan KANKER !!!
Waspadalah ....

Tapi klo kamu emang penggemar sate,, Sehabis makan sate WAJIB MAKAN TIMUN untuk menetralisirkan zat karbon yang ada didalam tubuh kita karena makan sate yang dibakar pake arang ...

Sate yang dibakar mengandung zat Karsinogen (Penyebab Kanker) dan Timun mengandung Anti Karsinogen .. 

Ingat yah ,, Makan Sate Jangan Lupa Makan Timun...

Dikutip Dari : Bahaya Sate, Lintas Berita 

Penyebaran HIV Melalui Tusuk Gigi... WASPADA !!!

Menurut cerita yang saya dengar dari kakak saya, katanya tusuk gigi yang biasanya ada di Restaurant atau rumah makan yang tersedia banyak bisa menyebarkan virus HIV... OMG mengerikan sekali... Sebaiknya tusuk gigi dibalut satu per satu menggunakan kertas atau tisue yang sudah di packing, jadi lebih aman..


Sempat pula terdengar bahwa mereka yang tertular HIV akan terus menyebarkan virus ini ke masyarakat melalui media elektronik by SMS (Short Message Service) yang antara lain berbunyi "mereka berniat menyebarkan penyakit ini (HIV) melalui media tusuk gigi yang banyak terdapat di restaurant dan rumah makan. Memakai tusuk gigi tersebut hanya untuk melukai gusinya supaya berdarah lalu diusap hingga tak kelihatan darahnya. Lalu tusuk gigi yang sudah tercemar darah penderita HIV dikembalikan lagi ke tempatnya."

Informasi yang lain menyebutkan bahwa, indikasi ini bermula dari seorang PSK yang tidak terima dirinya dikucilkan dari masyarakat karena menderita penyakit HIV. Kemuian ia juga ingin orang lain juga ikut merasakan betapa sakit nya dikucilkan oleh masyarakat.

Lalu si penderita membeli tusuk gigi dari toko lalu direndam dengan air darah sampai darahnya teresap, kemudian dijemur sampai kering. Saat dia makan di rumah makan atau restaurant, dia menukar tusuk gigi yang telah dia rendam dengan tusuk gigi yang di tempat tersebut. Berharap ada orang yang memakainya lalu ikut terkena virus HIV... mengerikan sekali..

Padahal berdasarkan aturan internasional identitas penderita tidak boleh dipublikasikan. Namun mereka pun dihimbau agar tidak menyebarkan virus itu ke orang lain.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua untuk tetap menjaga kebersihan dan tetap waspada. Dan juga jangan mengucilkan mereka yang terkena penyakit, karena mereka butuh dorongan dari kita semua :)
Begitu juga yang terkena penyakit ini, jangan menyebarkan kepada orang yang tidak bersalah. Kan kasian :) okeoke ... :D 

Soo, keep your health and hygiene guys ... 

Dikutip Dari : Serba Menarik, Tusuk Gigi Menyebarkan HIV,